• Selasa, 18 Maret 2014

    Cerita Malam Si Sara

    Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

    Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
    "Kok, belum tidur ?"
    sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

    Sabtu, 15 Februari 2014

    HERNIA NUKLEUS PULPOSUS


    HERNIA NUKLEUS PULPOSUS
    A)Pengertian
    Diskus Intervertebralis adalah lempengan kartilago yang membentuk sebuah bantalan diantara tubuh vertebra. Material yang keras dan fibrosa ini digabungkan dalam satu kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus disebut nukleus pulposus. HNP merupakan rupturnya nukleus pulposus. (Brunner & Suddarth, 2002)

    Hernia Nukleus Pulposus bisa ke korpus vertebra diatas atau bawahnya, bisa juga langsung ke kanalis vertebralis. (Priguna Sidharta, 1990)

    Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Emfisema

    A. Pengertian

    Emfisema merupakan keadaan dimana alveoli menjadi kaku mengembang dan terus menerus terisi udara walaupun setelah ekspirasi.(Kus Irianto.2004.216)

    Emfisema merupakan morfologik didefisiensi sebagai pembesaran abnormal ruang-ruang udara distal dari bronkiolus terminal dengan desruksi dindingnya.(Robbins.1994.253)

    Emfisema adalah penyakit obtruktif kronik akibat kurangnya elastisitas paru dan luas permukaan alveoli.(Corwin.2000.435)

    ASKEP CARSINOMA NASOFARING

    LAPORAN PENDAHULUAN
    CARSINOMA NASOFARING
    Anatomi Nasofaring.
    Nasofaring letaknya tertinggi di antara bagian-bagian lain dari faring, tepatnya di sebelah do sal dari cavum nasi dan dihubungkan dengan cavum nasi oleh koane. Nasofaring tidak bergerak, berfungsi dalam proses pernafasan dan ikut menentukan kualitas suara yang dihasilkan oleh laring. Nasofaring merupakan rongga yang mempunyai batas-batas sebagai berikut :
    Atas : Basis kranii.
    Bawah : Palatum mole
    Belakang : Vertebra servikalis
    Depan : Koane
    Lateral : Ostium tubae Eustachii, torus tubarius, fossa rosenmuler (resesus faringeus).
    Pada atap dan dinding belakang Nasofaring terdapat adenoid atau tonsila faringika

    ASKEP CARSINOMA NASOFARING

    LAPORAN PENDAHULUAN
    CARSINOMA NASOFARING
    Anatomi Nasofaring.
    Nasofaring letaknya tertinggi di antara bagian-bagian lain dari faring, tepatnya di sebelah do sal dari cavum nasi dan dihubungkan dengan cavum nasi oleh koane. Nasofaring tidak bergerak, berfungsi dalam proses pernafasan dan ikut menentukan kualitas suara yang dihasilkan oleh laring. Nasofaring merupakan rongga yang mempunyai batas-batas sebagai berikut :
    Atas : Basis kranii.
    Bawah : Palatum mole
    Belakang : Vertebra servikalis
    Depan : Koane
    Lateral : Ostium tubae Eustachii, torus tubarius, fossa rosenmuler (resesus faringeus).
    Pada atap dan dinding belakang Nasofaring terdapat adenoid atau tonsila faringika

    ASKEP ENCHEPALITIS

    PENGERTIAN

    Ensefalitis adalah infeksi yang mengenai CNS yang disebabkan oleh virus atau mikro organisme lain yang non purulent.

    PATOGENESIS ENSEFALITIS

    Virus masuk tubuh pasien melalui kulit,saluran nafas dan saluran cerna.setelah masuk ke dalam tubuh,virus akan menyebar ke seluruh tubuh dengan beberapa cara:
    1. Setempat:virus alirannya terbatas menginfeksi selaput lendir permukaan atau organ tertentu.
    2. Penyebaran hematogen primer:virus masuk ke dalam darah Kemudian menyebar ke organ dan berkembang biak di organ tersebut.
    3. Penyebaran melalui saraf-saraf : virus berkembang biak di Permukaan selaput lendir dan menyebar melalui sistem saraf.

    Askep Asma

    BAB I
    PEMBAHASAN

    A. Pengertian.
    Asma bronkiale adalah penyakit saluran napas dengan karakteristik berupa peningkatan reaktifitas ( hiperaktivitas ) trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi berupa penyempitan saluran napas lah yang menyeluruh ( Leksana, dkk, 2005 ).
    Asma adalah penyakit obstruktif yang dapat pulih yang dicirikan oleh peningkatan reaktifitas trakea dan bronkus terhadap rangsangan, dimanifestasikan oleh mengi, dan dispnea, penyampitan karena kombinasi bronkospasme, pembengkakan mukosa, dan peningkatan sekresi ( Susan Martin Tucker, 1998)

    Etilogi